Blog Single

24 Aug

Sutrah Bagi Makmum Yang Masbuk

PERTANYAAN :

Jika saya ingin sholat sunnah setelah sholat fardhu selesai, apakah disunnahkan untuk berpindah  tempat sholat ?

JAWABAN :

Ya benar. Disunnahkan bagi seseorang yang ingin sholat sunnah setelah fardhu untuk memisahkan keduanya, baik dengan berbicara kepada seseorang atau berpindah tempat sholat yang berbeda. Dan yang paling utamanya, dia berpindah tempat dengan sholat sunnah di rumah. Karena sholat yang paling utama bagi seorang laki-laki adalah di rumahnya kecuali sholat wajib yang jelas utamanya adalah jamaah di masjid.

Dan dalilnya adalah hadits Muawiyyah ;

رواه مسلم في صحيحه (1463) عن معاوية رضي الله عنه قال : ( اذا صَلَّيْتَ الْجُمُعَةَ فَلَا تَصِلْهَا بِصَلَاةٍ حَتَّى تَكَلَّمَ أَوْ تَخْرُجَ ، فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَنَا بِذَلِكَ ، أَنْ لَا تُوصَلَ صَلَاةٌ بِصَلَاةٍ حَتَّى نَتَكَلَّمَ أَوْ نَخْرُجَ) .

“Dari Muawiyyah radhiyallahu anhu berkata : jika engkau sholat jumuah janganlah engkau menyambungnya dengan sholat yang lain sampai engkau berbicara atau keluar masjid. Maka sesungguhnya rasulullah telah memerintahkan kami dengan hal tersebut yaitu tidaklah suatu sholat disambung dwngan sholat yang lain sampai kami berbicara atau keluar.

( HR. Muslim 1463 )

Telah berkata Al imam Annawawi dalam syarah shohih muslim ; hadits tersebut adalah dalil sebagaiman pendapat sahabat-sahabat kami  yaitu para ahli fiqh syafi’iyyah, bahwa sholat sunnah rawatib dan yang lainnya disunnahkan untuk berpindah tempat dari tempat sholat fardhu ke tempat lain. Dan yang paling utama berpindah ke rumah atau boleh juga ke tempat lain di masjid agar bertambah banyak tempat sujudnya. Dan agar terpisah tempat sholat fardhu dan nafilah atau sunnah.

Kemudian disebutkan dalam hadits yang lain ;

وروى أبو داود (854) وابن ماجه (1417) ـ واللفظ له ـ عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : (أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ إِذَا صَلَّى أَنْ يَتَقَدَّمَ أَوْ يَتَأَخَّرَ أَوْ عَنْ يَمِينِهِ أَوْ عَنْ شِمَالِهِ ، يَعْنِي : السُّبْحَةَ) أي : صلاة النافلة بعد الفريضة . وصححه الألباني في صحيح سنن ابن ماجه .

” Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam beliau berkata : Apakah seseorang diantara kalian tidak mampu, jika dia mau sholat untuk maju atau mundur atau bergeser ke kanan atau ke kiri yaitu subhah atau maksudnya adalah sholat nafilah setelah sholat fardhu.
( HR. Abu Daud 854 dan Ibnu Majah 1417 )

Syeikhul Islam telah berkata dalam kitabnya “al fatawa alkubro” ; dan termasuk sunnah adalah seseorang memisahkan antara sholat fardhu dan sholat sunnah baik setelah sholat jumuah atau selainnya. Sebagaimana telah shahih dalam suatu hadits bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah melarang dari menyambung sholat fardhu dengan sholat sunnah sampai dipisahkan dengan berpindah atau berbicara. Maka hendaknya jangan melakukan sebagaimana banyak orang melakukannya yaitu menyambung salam dengan dua rakaat sunnah. Dan di antara hikmahnya adalah dibedakannya antara sholat fardhu dan sholat sunnah. Sebagaiman dibedakannya antara yang termasuk ibadah dan yang tidak termasuk. Oleh karena inilah disunnahkan seseorang untuk menyegerakan berbuka puasa dan mengakhirkan sahur.

Kemudian disunnahkan juga makan dahulu sebelum sholat idul fitri. Dilarang juga untuk mendahului puasa ramadhan dengan sehari atau dua hari puasa. Semua ini adalah untuk memisahkan antara perkara yang diperintahkan dan yang tidak diperintahkan. Dan juga memisahkan antara yang termasuk ibadah dengan yang bukan ibadah. Demikian juga dapat dibedakannya antara sholat jumah dengan selainnya. Selesai ucapan beliau.

Tambahan : Perintah ini hanya sunnah dan tidak wajib dan berlaku umum  baik bagi  laki-laki maupun wanita, baik sholat di masjid maupun di rumah.

Dijawab Oleh Ustadz Abu Utsman Arifin

Related Posts

Leave A Comment

%d bloggers like this: